BAB 1
SISTEM EKONOMI INDONESIA
1. Pengertian sistem
Sistem berasal dari bahasa latin
(systema) dan bahasa yunani (sunemaa) adalah suatu kesatua yang terdiri
kompononen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran
informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering
dipergunakan untuk mengambarkan suatu entitas yang berinteraksi, di mana suatu
model matematika seringkali bisa dibuat.
2. Sistem Ekonomi Dan Politik
Tentu telah diketahui bersama bahwa ekonomi dan politik merupakan dua disiplin
ilmu yang berbeda yang kemudian dikolaborasikan dan memunculkan istilah ekonomi
politik. Dalam ilmu ekonomi masih mengadopsi pendekatan ilmu eksaks yang
biasanya mengunakan teknikal analisis. Ekonomi dan politik berada ditengah-tengahnya
yang biasanya mengunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Namun yang
jelas, ekonomi politik pada hakikatnya adalah melihat hubungan timbal balik
antara kepentingan ekonomi dan kepentingan politik. Akan selalu ada motif yang
mengiringi perjalanan dibalik keduanya. Tidak jarang kita pernah mendengar besarnya
pengaruh politik dalam ekonomi, baik dalam institusi politik maupun
kebijakan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi. Kebijakan publik pemerintah
dibidang industri sangat besar pengaruhnya terhadap perintisan terhadap
perkembangan yang biasa disebut Rostow, tahap tinggal landas,
hasil tesis Olson mengatakan bahwa kepolitikan nasional (Institusioanl
sclerosis) di suatu negara menyebabkan merosotnya rata-rata pertumbuhan
ekonomi negara itu.
Indonesia diberikan oleh Sang Maha Pemberi sumber daya
alam yang kaya dan melimpah, budaya lokal hamper di seluruh daerah dan
suku mengenal nilai nilai adi luhung seperti empati, gotong royong, religius,
rela berkorban untuk kepentingan lebih besar, tanpa pamrih, dan menghormati
yang lebih tua. Berbekal nilai nilai adi luhung ini sebenarnya ditata
sedemikian rupa sehingga budaya lokal yang penuh keberagaman menjadi kesatuan
yang utuh.
Dominasi negara yang berlebihan adalah refleksi sistem
kekuasaan yang otoriter, sebaliknya demokrasi berlebihan diikuti oleh
pembenaran diri sendiri membuktikan ketidak berdayaan negara menghadapi
keanekaragaman dan dinamika kehidupan sosial. Modal terpenting bangsa adalah
aspek manusia sebagai subyek sekaligus obyek utama pembangunan yang harus
dikelola dengan semestinya. Ditangan bangsa yang berkarakter kokoh segala jenis
kekayaan dan aset yang dimiliki niscaya bisa dikelola secara optimal demi
sebesar besarnya kemakmuran rakyat.
Tetapi rakyat Indonesia masih kurang bersahabat
dengan kemapanan, padahal dalam ideologinya disebutkan bahwakekayaan negera
dipergunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat, dimana letak kesalahan
sistem yang kita bangun? Relatif sulit semua yang di kelolah pemerintah
maju, hampir rata-rata perusahan badan usaha negara rugi dan sulit untuk
berkembang, PLN dan pertamina, krakatau still. Nasionalisasi perusahaan tidak
mampu menjadikan kita menjadi bangsa yang mandiri, hampir relatif sedikit
sekali badan usaha negara kita yang bisa bertahan lama, entah kapan atau bisa
jadi basok gulung tikar, ini sangat bahaya ketika ini diambil oleh pasar, maka
pengalaman kita ketika menjual indosat, terbukti sekarang pulsa menjadi mahal,
karena harga telah didominasi oleh swasta, negara seakan tidak berdaya dalam
menghadapi ini semua. Jika kita bandingkan dengan Cina misalnya, sampai
sekarang masih banyak perusaahan negara yang bertahan, dan mampu
mensejahterakan rakyatnya. Indonesia kalau kita lihat secara sepintas sedang
menuju neoliberalisme yang tidak lagi terkontrol.
3. Kapatalisme Dan
Sosialisme
A. Sistem ekonomi
sosialisme
Sosialisme adalah suatu sistem
perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang
untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah
masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara
serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai
oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialisme adalah suatu sistem ekonomi
dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi
yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya
perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku
sebagaimana yang diharapkan. Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan
bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran
bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau
faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial
· Prinsip
Dasar Ekonomi Sosialisme
- - Pemilikan harta oleh negara
- - Kesamaan ekonomi
- - Disiplin Politik
· Ciri Ciri Ekonomi Sosialisme
- - Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
- - Peran pemerintah sangat kuat
- - Sifat manusia ditentukan oleh pola
produksi
B. Sistem Ekonomi Kapitalisme
Kapitalisme adalah sistem perekonomian
yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan
barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian
untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang
berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri
sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk
memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk
memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.
· Ciri
Ciri Ekonomi Sosialisme
-Pengakuan yang luas atas hak-hak
pribadi
- Perekonomian diatur oleh mekanisme
pasar
- Manusia dipandang sebagai mahluk
homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
- Paham individualisme didasarkan
materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)
Jadi, Konsep dari ekonomi kapitalisme
sumber kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh dengan cara bekerja
keras di mana setiap perorangan boleh memiliki kekayaan yang tiada batas, untuk
mencapai tujuan hidupnya. Dalam sistim ekonomi kapitalisme perusahaan di miliki
oleh perorangan. Terjadi nya pasar (market) dan terjadinya demand and supply
adalah ciri khas dari ekonomi kapitalisme. Keputusan yang diambil atas isu yang
terjadi seputar masalah ekonomi sumbernya adalah dari kalangan kelas bawah yang
membawa masalah tersebut ke level yang lebih atas.
Dan konsep ekonomi sosialisme, sumber
kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh lewat pemberdayaan tenaga kerja
(buruh), di semua bidang, pertambangan, pertanian, dan lainnya. Dalam sistem
Sosialisme, semua Bidang usaha dimiliki dan diproduksi oleh Negara. Tidak
terciptanya market (pasar) dan tidak terjadinya supply dan demand, karena
Negara yang menyediakan semua kebutuhan rakyatnya secara merata.
Perumusan masalah dan keputusan di tangani langsung oleh negara.
4. Persaingan terkendali
indonesia mengakuo pemilikan individual atas factor produksi, kecuali untuk sumber daya. Sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Hal ini sebagaimana diketahui bersama, diatur dengan tegas oleh pasal 33 uud 1945. Jadi secara konsistional system ekonomi indonesiabukan kapitalisme dan bukan sosialisme. Kompetensi untuk memperbaiki taraf kehidupan.
berkenaan dengan kompotensi antar individu, pemerintah tidak membatasi pilihan seseorang untuk memasuki bidang pendidikan yang diminatinnya. Tetapi juga tidak membiarkan orang orang memasuki bidang pendidikan yang sudah jauh dari pasar tenaga kerja. jadi tidak sepenuhnya dilepas kepada pihak swasta, juga bukan sekedar menyediakan anggaran atau subsidi dana pendidikan sebagaimana yang berlangsung pada umumnya di negara kapitalis, namun untuk menghindari persaingan tidak sehat dalam pasar barang tertentu yang sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas prioritas bidang usaha.Sangat terbuka peluang bagi setiap pekerja/pemodal untuk mendapatkanimbalan lebih.iklim persaingan berekenomi dan kompotensi berbisnis di indonesia bukanlah persaingan yang berlepas lepas, melainkan persaingan yang terencana terkendali. Dalam system ekonomi kapatalis persaingan praktis terkendali, atau bahkan tidak ada sama sekali. Indonesia tidak demikian. Indonesia tidak sepenuhnya menyediakan perekonomian pada mekanisme pusat.
indonesia mengakuo pemilikan individual atas factor produksi, kecuali untuk sumber daya. Sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Hal ini sebagaimana diketahui bersama, diatur dengan tegas oleh pasal 33 uud 1945. Jadi secara konsistional system ekonomi indonesiabukan kapitalisme dan bukan sosialisme. Kompetensi untuk memperbaiki taraf kehidupan.
berkenaan dengan kompotensi antar individu, pemerintah tidak membatasi pilihan seseorang untuk memasuki bidang pendidikan yang diminatinnya. Tetapi juga tidak membiarkan orang orang memasuki bidang pendidikan yang sudah jauh dari pasar tenaga kerja. jadi tidak sepenuhnya dilepas kepada pihak swasta, juga bukan sekedar menyediakan anggaran atau subsidi dana pendidikan sebagaimana yang berlangsung pada umumnya di negara kapitalis, namun untuk menghindari persaingan tidak sehat dalam pasar barang tertentu yang sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas prioritas bidang usaha.Sangat terbuka peluang bagi setiap pekerja/pemodal untuk mendapatkanimbalan lebih.iklim persaingan berekenomi dan kompotensi berbisnis di indonesia bukanlah persaingan yang berlepas lepas, melainkan persaingan yang terencana terkendali. Dalam system ekonomi kapatalis persaingan praktis terkendali, atau bahkan tidak ada sama sekali. Indonesia tidak demikian. Indonesia tidak sepenuhnya menyediakan perekonomian pada mekanisme pusat.
5.kadar kapatalisme dan sosialisme
Unsur- unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam
pengorganisaian ekonomi Indonesia. Untuk melihat seberapa tebal kadar
masing-masing “isme” mewarnai perekonomian, dari dua pendekatan. Pertama
mewarnai perekonmian dari dua pendekatan pemerintah atau Negara dalam struktur
perekomomian. Kedua pendekatan sejarah yakni dengan menelusuri bagaimana
perekonomian bangsa diorganisaikan dalam waktu kewaktu.
Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan factual-struktural menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian bangsa diorganisaikan dari waktu ke waktu. Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian bangsa dengan pendekatan factual-struktural, dapat digunakan kesamaan agregat Keynesian berumuskan Y=C+I+G+(X-M). kesamaan ini merupakan rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. Rumus ini memiliki fungsi :
C : pengeluaran konsumsi masyarakat
I : pengeluaran investasi
G : pengeluaran konsumsi pemerintah
X dan M : melambangkan export dan impor
Peranan pengeluaran konsumsi pemrintah relative konstan atau stabil. Peranan pemerintah dalam perekonomian tidak cukup hanya dilihat melalui variable G. Hal ini mengingat didalam I sesungguhnya terdapat pula unsure investasi pemerintah. Begitupun halnya dengan variable (X-M), selisih ekspor-impor. Dapat disimpulkan bahwa peranan konsumtif pemerintah tidak semakin membesar, bahkan cenderung menurun. Dan keterlibatan pemerintah dalam mengatur sector-sektor produksi dan berbagai kegiatan bisnis, terutama dalam
Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan factual-struktural menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian bangsa diorganisaikan dari waktu ke waktu. Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian bangsa dengan pendekatan factual-struktural, dapat digunakan kesamaan agregat Keynesian berumuskan Y=C+I+G+(X-M). kesamaan ini merupakan rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. Rumus ini memiliki fungsi :
C : pengeluaran konsumsi masyarakat
I : pengeluaran investasi
G : pengeluaran konsumsi pemerintah
X dan M : melambangkan export dan impor
Peranan pengeluaran konsumsi pemrintah relative konstan atau stabil. Peranan pemerintah dalam perekonomian tidak cukup hanya dilihat melalui variable G. Hal ini mengingat didalam I sesungguhnya terdapat pula unsure investasi pemerintah. Begitupun halnya dengan variable (X-M), selisih ekspor-impor. Dapat disimpulkan bahwa peranan konsumtif pemerintah tidak semakin membesar, bahkan cenderung menurun. Dan keterlibatan pemerintah dalam mengatur sector-sektor produksi dan berbagai kegiatan bisnis, terutama dalam
hal penentuan harga dan tata niaga. Nyaris di semua sector dan segala
kegiatan bisnis, pemerintah turut terlibat sebagai “pemain” dalam percaturan
ekonomi. System ekonomi campuran dengan persaingan terkendali agaknya merupakan
system ekonomi yang tepat untuk mengelola perekonomian Indonesia. Derasnya arus
globalisiasi bersamaan dengan bubarnya sejumlah Negara komunis utama yang
bersistem ekonomi sosialisme, telah menggiring Indonesia tersesat arus
kapitalisme.
BAB 2SEJARAH EKONOMI INDONESIA
1. Sejarah
Pra Ekonomi
Sejarah Indonesia sebelum masuknya kolonialisme asing
terutama Eropa, adalah sejarah migrasi yang memiliki karakter atau sifat utama
berupa perang dan penaklukan satu suku bangsa atau bangsa terhadap suku bangsa
atau bangsa lainnya. Pada periode yang kita kenal sebagai zaman pra sejarah,
maka dapat diketemukan bahwa wilayah yang saat ini kita sebut sebagai
Indonesia, telah menjadi tujuan migrasi suku bangsa yang berasal dari wilayah
lain. 2000 atau 3000 sebelum Masehi, suku bangsa Mohn Kmer dari daratan
Tiongkok bermigrasi di Indonesia karena terdesaknya posisi mereka akibat
berkecamuknya perang antar suku
Kedatangan mereka dalam
rangka mendapatkan wilayah baru, dan hal tersebut berarti mereka harus
menaklukan suku bangsa lain yang telah berdiam lebih dulu di Indonesia. Karena
mereka memiliki tingkat kebudayaan yang lebih tinggi berupa alat kerja dan
perkakas produksi serta perang yang lebih maju, maka upaya penaklukan berjalan
dengan lancar. Selain menguasai wilayah baru, mereka juga menjadikan suku
bangsa yang dikalahkanya sebagai budak. Pada perkembangannya, bangsa-bangsa
lain yang lebih maju peradabannya, datang ke Indonesia, mula-mula sebagai
tempat persinggahan dalam perjalanan dagang mereka, dan kemudian berkembang
menjadi upaya yang lebih terorganisasi untuk penguasaan wilayah, hasil bumi
maupun jalur perdagangan. Seperti misalnya kedatangan suku bangsa Dravida dari
daratan India -yang sedang mengalami puncak kejayaan masa perbudakan di negeri
asalnya- , berhasil mendirikan kekuasaan di beberapa tempat seperti Sumatra dan
Kalimantan.
Mereka memperkenalkan pengorganisasian
kekuasaan dan politik secara lebih terpusat dalam bentuk berdirinya kerajaan
kerajaan Hindu dan Budha.
Berdirinya kerajaan-kerajaan tersebut
juga menandai zaman keemasan dari masa kepemilikan budak di Nusantara yang
puncaknya terjadi pada periode kekuasaan kerajaan Majapahit. Seiring dengan
perkembangan perdagangan, maka juga terjadi emigrasi dari para saudagar dan
pedagang dari daratan Arab yang kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan Islam
baru di daerah pesisir pantai untuk melakukan penguasaan atas bandar-bandar
perdagangan. Berdirinya kerajaan Islam telah mendesak kerajaan-kerajaan Hindu
dan Budha ke daerah pedalaman, dan mulai memperkenalkan sistem bercocok tanam
atau pertanian yang lebih maju dari sebelumnya berupa pembangunan irigasi dan
perbaikan teknik pertanian, menandai mulai berkembangnya zaman feudalisme.
Pendatang dari Cina juga banyak berdatangan terutama dengan maksud
mengembangkan perdagangan seperti misalnya ekspedisi kapal dagang Cina di bawah
pimpinan Laksamana Ceng Hong yang mendarat di Semarang. Pada masa ini juga
sudah berlangsung migrasi orang-orang Jawa ke semenanjung Malaya yang singgah
di Malaysia dan Singapura untuk bekerja sementara waktu guna mengumpulkan uang
agar bisa melanjutkan perjalanan ke Mekah dalam rangka ziarah agama. Demikian
juga orang-orang di pulau Sangir Talaud yang bermigrasi ke Mindano (Pilipina
Selatan) karena letaknya yang sangat dekat secara geografis.
Dari catatan sejarah yang sangat ringkas
tersebut, maka kita dapat menemukan beberapa ciri dari gerakan migrasi awal
yang berlangsung di masa-masa tersebut. Pertama, wilayah Nusantara menjadi
tujuan migrasi besar-besaran dari berbagai suku bangsa lain di luar wilayah nusantara.
Sekalipun pada saat itu belum dikenal batas-batas negara, tetapi sudah terdapat
migrasi yang bersifat internasional mengingat suku-suku bangsa pendatang
berasal dari daerah yang sangat jauh letaknya. Kedua, motif atau alasan
terjadinya migrasi pertama-tama adalah ekonomi (pencarian wilayah baru untuk
tinggal dan hidup, penguasaan sumber-sumber ekonomi dan jalur perdagangan) dan
realisasi hal tersebut menuntut adanya kekuasaan politik dan penyebaran
kebudayaan pendukung. Ketiga, proses migrasi tersebut ditandai dengan
berlangsungnya perang dan penaklukan, cara-cara yang paling vulgar dalam
sejarah umat manusia. Keempat, migrasi juga telah mendorong perkembangan sistem
yang lebih maju dari masa sebelumnya seperti pengenalan organisasi kekuasaan
yang menjadi cikal bakal negara (state) dan juga sistem pertanian.
2. Sistem Monopoli Voc
Kebijakan pemerintah kolonial yang paling lama di Indonesia adalah monopoli
perdagangan oleh VOC. Dua abad sejak berdiri, pengaruh VOC baik di bidang
ekonomi maupun politik sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. VOC telah
mengambil banyak keuntungandari pelaksanaan monopoli perdagangan terutama
rempah-rempah.
Zaman kolonial di Indonesia sesungguhnya sudah climulai sejak tahun 1511
setelah bangsa Portugis menduduki Malaka dan tahun kemudian menduduki Maluku.
Kolonialisme berasaI dari nama seorang petani Romawi yaitu Colonus yang pergi
jauh untuk mencari tanah yang belum dikerjakan. Lama-lama banyak orang yang
tertarik dan mengikuti jejaknya. Mereka kemudian bersama-sama menetap di suatu
tempat yang baru tersebut yang kemudian disebut colonia.
VOC yang berdiri pada tanggal 20 Maret 1602 tersebut terus berkembang dan
berhasil menguasai beberapa daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia, hal
ini karena VOC merupakan wakil resmi dari kerajaan Belanda dengan diberikan hak
Octrooi (hak istimewa) antara lain:
a. Hak monopoli perdagangan
b. Hak mencetak dan mengeluarkan uang
c. Hak mengadakan perjanjian
d. Hak mengumurnkan perang
e. Hak menjalankan kekuasaan kehakiman
f. Hak memungut pajak
g. Hak memiliki angkatan perang
h. Hak menyelenggarakan pemerintahan sendiri
a. Hak monopoli perdagangan
b. Hak mencetak dan mengeluarkan uang
c. Hak mengadakan perjanjian
d. Hak mengumurnkan perang
e. Hak menjalankan kekuasaan kehakiman
f. Hak memungut pajak
g. Hak memiliki angkatan perang
h. Hak menyelenggarakan pemerintahan sendiri
Dengan hak-hak istimewa yang dimiliki oleh VOC, maka kongsi dagang yang
sering disebut Kompeni ini berkembang dengan cepat. Kedudukan Portugis mulai
terdesak, dan bendera Kompeni mulai berkibar.
Pada saat itu, dalam upaya memperlancar aktivitas organisasi, VOC pada
tahun 1610 memutuskan untuk membentuk jabatan Gouverneur Generaal sebagai wakil
Heeren XVII di Asia, yang pada waktu itu berkedudukan di Maluku. Gubernur Jenderal
VOC pertama Pieter Booth.
Kebijakan ekspansif itu semakin mudah untuk diwujudkan ketika Jan
Pieterszoon Coen yang bersemboyan "tidak ada perdagangan tanpa perang dan
juga tidak ada perang tanpa perdagangan" diangkat menjadi Gouverneur
Generaal pada tahun 1619. Ia memindahkan pos dagang VOC di Banten dan kantor
pusat VOC dari Maluku ke Batavia, dalam persaingan dengan sesama Barat
memperkuat kepercayaan diri VOC, sehingga Portugis terpaksa harus segera pergi
dari kepulauan Maluku dan kemudian menyerahkan Melaka kepada VOC pada tahun
1641. Sebelum itu, Belanda dengan keunggulan senjata dan memanfaatkan kompetisi
dan konflik di antara penguasa lokalnya, berhasil memonopoli perdagangan pala,
fuli dan cengkeh di Maluku.
Bentuk aturan paksaaan VOC yang diterapkan di Indonesia, antara lain:
a. Aturan monopoli dagang, yaitu menguasai sendiri seluruh perdagangan rempah-rempah di Indonesia
b. Contingen Stelsel, yaitu pajak yang harus dibayar oleh rakyat dengan menyerahkan hasil bumi
c. Verplichte Leverantie, yaitu kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada VOC dengan harga yang telah ditetapkan
d. Preangerstelsel, yaitu kewajiban yang dibebankan kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi
a. Aturan monopoli dagang, yaitu menguasai sendiri seluruh perdagangan rempah-rempah di Indonesia
b. Contingen Stelsel, yaitu pajak yang harus dibayar oleh rakyat dengan menyerahkan hasil bumi
c. Verplichte Leverantie, yaitu kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada VOC dengan harga yang telah ditetapkan
d. Preangerstelsel, yaitu kewajiban yang dibebankan kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi
Kompeni mengikat raja-raja dengan berbagai perjanjian yang merugikan. Makin
lama Kompeni makin berubah menjadi kekuatan yang tidak hanya berdagang, tetapi
ikut mengendalikan pemerintahan di Indonesia. Kompeni mempunyai pegawai dan
anggota tentara yang semakin banyak. Daerah kekuasaannya pun semakin luas.
Tentu Kompeni membutuhkan biaya besar untuk memelihara pegawai dan tentaranya.
Biaya itu diambil dari penduduk. Pada zaman kompeni penduduk kerajaan-kerajaan
diharuskan menyerahkan hasil bumi seperti beras, lada, kopi, rempah-rempah,
kayu jati dan lain sebagainya kepada VOC. Hasil bumi itu harus dikumpulkan pada
kepala desa dan untuk setiap desa ditetapkan jatah tertentu. Kemudian kepala
desa menyerahkannya kepada bupati untuk disampaikan kepada Kompeni. Tentu saja
Kompeni tidak mendapatkannya dengan gratis, tetapi juga memberi imbalan berupa
harga hasil bumi itu. Tetapi harga itu ditetapkan oleh Kompeni, dan tidak ada
tawar-menawar terlebih dahulu. Lagi pula, uang harga pembelian itu tidak untuk
sampai ke tangan petani di desa-desa. Biasanya uang itu sudah dipotong oleh
pegawai-pegawai VOC maupun oleh kepala-kepala daerah pribumi.
3.Sistem Tanam Paksa
sejak VOC dibubarkan tahun 1799, daerah-daerah yang
menjadi kekuasaannya diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda. Kebijakan
'Culture Stelsel' dilaksanakan untuk mengeruk kekayaan bumi Indonesia tanpa mau
memperhatikan rakyat Indonesia dibawah pimpinan Van Den Bosch. Secara teoritis,
peraturan yang ditetapkan dalam sistem tanam paksa tidak memberatkan. Akan tetapi dalam prakteknya,
banyak sekali penyimpangan yang dilakukan dalam sistem ini. Penyimpangan
pelaksanaan sistem tanam paksa sebagai berikut:
Dalam perjanjian, tanah yang digunakan untuk 'cultur stelsel' adalah
seperlima sawah, namun dalam prakteknya dijumpai lebih dari seperlima tanah,
yaitu sepertiga dan bahkan setengah dari sawah milik pribumi.
Tanah petani yang dipilih hanya tanah yang subur, sedangkan rakyat hanya
mendapat tanah yang tidak subur.
Tanah yang digunakan untuk penanaman tetap saja dikenakan pajak sehngga
tidak sesuai dengan perjanjian.
Kelebihan hasil tidak dikembalikan kepada rakyat atau pemilik tanah, tetapi
dipaksa untuk dijual kepada pihak Belanda dengan harga yang sangat murah.
Waktu untuk bekerja untuk tanaman yang dikehendaki pemerintah Belanda, jauh
melebihi waktu yang telah ditentukan. Waktu yang ditentukan adalah 65 hari
dalam setahun, namun dalam pelaksanaannya adalah 200 sampai 225 hari dalam
setahun.
Penduduk yang tidak memiliki tanah dipekerjakan di perkebunan Belanda,
dengan waktu 3-6 bulan bahkan lebih.
Tanaman pemerintah harus didahulukan baru kemudian menanam tanaman mereka
sendiri. Kadang-kadang waktu untuk menanam, tanamannya sendiri itu tinggal
sedikit sehingga hasilnya kurang maksimal dan kerusakan petani ditanggung
sendiri.
Pelaksanaan sistem tanam Paksa menyebabkan
bangsa Indonesia menderita, sehingga muncul reaksi berupa perlawanan. Pada sisi
yg lain, orang-orang Belanda sendiri juga banyak yang menentangnya. Sistem
tanam paksa ditentang, baik secara perseorangan maupun melalui parlemen di
Negeri Belanda.
4 . Sistem Ekonomi LiberalKapitalis
Sistem ekonomi liberal
kapitalis adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor
produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara
tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba.
Sistem
perekonomian/tata ekonomi liberal kapitalis merupakan sistem perekonomian yang
memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan
lain sebagainya.
Dalam perekonomian
liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan
kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba
sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan
bebas.
Ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal kapitalis antara lain :
a. Masyarakat
diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
b. Pemerintah
tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
c. Masyarakat
terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan
masyarakat pekerja (buruh).
d. Timbul
persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
e.
Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
f.
Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonom.
g. Biasanya barang-barang
produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.
Sistem ekonomi liberal
kapitalis selain memilki keuntungan juga mempunyai kelemahan, antara lain :
a.
Keuntungan :
1)
Menumbuhkan inisiatif dan kerasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, karena
masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pemerintah.
2) Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi,
yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3) Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4) Mengahsilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya
persaingan semangat antar masyarakat.
5) Efisiensi dan efektifitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi
didasarkan motif mencari keuntungan.
b.
Kelemahan :
1)
Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
2) Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3) Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4) Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan
alokasi sumber daya oleh individu.
5) Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas
tersebut.
5. Era Pendudukan
Jepang
penjajahan Jepang di
Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945
seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Presiden RI Soekarno.
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke AS dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.
Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke AS dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.
Pada Juli 1942, Soekarno
menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk
pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer
Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang
pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat
bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang
tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan,
mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan
hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran
Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.
Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe sebagai Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk industri di Jepang, maupun untuk keperluan perang.
Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe sebagai Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk industri di Jepang, maupun untuk keperluan perang.
Admiral Isoroku
Yamamoto, Panglima Angkatan Laut Jepang, mengembangkan strategi perang yang
sangat berani, yaitu mengerahkan seluruh kekuatan armadanya untuk dua operasi
besar. Seluruh potensi Angkatan Laut Jepang mencakup 6 kapal induk (pengangkut
pesawat tempur), 10 kapal perang, 18 kapal penjelajah berat, 20 kapal
penjelajah ringan, 4 kapal pengangkut perlengkapan, 112 kapal perusak, 65 kapal
selam serta 2.274 pesawat tempur. Kekuatan pertama, yaitu 6 kapal induk, 2
kapal perang, 11 kapal perusak serta lebih dari 1.400 pesawat tempur, tanggal 7
Desember 1941, akan menyerang secara mendadak basis Armada Pasifik Amerika
Serikat di Pearl Harbor di kepulauan Hawaii. Sedangkan kekuatan kedua, sisa
kekuatan Angkatan Laut yang mereka miliki, mendukung Angkatan Darat dalam
Operasi Selatan, yaitu penyerangan atas Filipina dan Malaya/Singapura, yang
akan dilanjutkan ke Jawa. Kekuatan yang dikerahkan ke Asia Tenggara adalah 11
Divisi Infantri yang didukung oleh 7 resimen tank serta 795 pesawat tempur.
Seluruh operasi direncanakan selesai dalam 150 hari. Admiral Chuichi Nagumo
memimpin armada yang ditugaskan menyerang Pearl Harbor.
Hari minggu pagi tanggal
7 Desember 1945, 360 pesawat terbang yang terdiri dari pembom pembawa torpedo
serta sejumlah pesawat tempur diberangkatkan dalam dua gelombang. Pengeboman
Pearl Harbor ini berhasil menenggelamkan dua kapal perang besar serta merusak 6
kapal perang lain. Selain itu pemboman Jepang tesebut juga menghancurkan 180
pesawat tempur Amerika. Lebih dari 2.330 serdadu Amerika tewas dan lebih dari
1.140 lainnya luka-luka. Namun tiga kapal induk Amerika selamat, karena pada
saat itu tidak berada di Pearl Harbor. Tanggal 8 Desember 1941, Kongres Amerika
Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.
Perang Pasifik ini
berpengaruh besar terhadap gerakan kemerdekaan negara-negara di Asia Timur,
termasuk Indonesia. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hndia-Belanda adalah
untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung
potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat
penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai
sumber minyak utama.
1941
1941
* 6 Januari, Belanda
menangkap Thamrin, Douwes Dekker dan beberapa tokoh nasionalis lain. Thamrin
meninggal di tahanan lima hari kemudian. Douwes Dekker diasingkan ke Suriname.
* 11 Januari - Tim perundingan Jepang yang baru dan lebih agresif di bawah Yoshizawa tiba di Batavia.
* Februari - Tekanan Jepang yang kian meningkat terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk "bergabung dengan Wilayah Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya" ditolak Van Mook.
* 14 Mei - Jepang mengirimkan sebuah ultimatum kepada pemerintah Hindia Belanda, menuntut agar pengaruh dan kehadiran Jepang dibiarkan di wilayah ini.
* 6 Juni - Perundingan antara Belanda dan Jepang gagal. Pemerintah Hindia Belanda menjawab bahwa tidak akan ada konsesi yang akan diberikan kepada Jepang, dan bahwa semua produk strategis (termasuk minyak dan karet) telah dikontrakkan untuk dikapalkan ke Britania dan Amerika Serikat.
* 11 Juli - Volksraad membentuk sebuah milisi Indonesia.
* 25 Juli - Jepang mengumumkan pembentukan sebuah "protektorat" atas Indochina.
* 26 Juli - Semua asset Jepang di Hindia Belanda dibekukan.
* 30 Juli - Pemerintah Belanda di pembuangan menjanjikan untuk mengadakan konferensi tentang Indonesia setelah perang.
* 30 November - Angkatan Laut Belanda di Hindia mulai dimobilisasi.
* 5 Desember - Pemerintah Hindia Belanda mengirim permintaan kepada Australia untuk mengirimkan pasukannya ke Ambon dan Timor. Pesawat-pesawat Angkatan Udara Australia dan personilnya tiba pada 7 Desember.
* 8 Desember - Jepang menyerang Malaya, mendarat di ujung selatan Thailand dan utara Malaya. Jepang mulai menyerang Filipina. Belanda, di antara bangsa-bangsa lainnya, perang terhadap Jepang.
* 10 Desember - Kapal-kapal perang Britania, Prince of Wales dan Repulse ditenggelamkan dalam perbedaan beberapa jam saja satu sama lain di lepas pantai Malaya.
* 16 Desember - Orang-orang Aceh yang anti Belanda mengadakan hubungan dengan pasukan-pasukan Jepang di Malaya.
* 17 Desember � Pasukan yang dipimpin oleh Australia mendarat di Timor Timur. Diktator Portugal Salazar memprotes.
* 17 Desember - Jepang melakukan serangan udara atas Ternate.
* Jepang mendarat di Sarawak.
* 22 Desember � Pasukan invasi utama Jepang mendarat di Filipina.
* Hatta menulis sebuah artikel surat kabar yang menyerukan agar bangsa Indonesia melawan Jepang.
* 24 Desember - Jepang menyerang pasukan-pasukan Britania di Kuching, Sarawak.
1942
Januari
* 2 Januari - Jepang merebut kota Manila.
* 3 Januari - Jepang merebut Sabah.
* 6 Januari - Jepang merebut Brunei.
* 6 Januari � Serangan udara Jepang pertama atas Ambon.
* 10 Januari - Jepang mulai menginvasi Indonesia di Kalimantan (Tarakan) dan Sulawesi (Manado).
* 11 Januari - Jepang merebut Tarakan.
* 12 Januari - Van Mook melakukan perjalanan darurat ke Amerika Serikat, meminta tambahan pasukan, dan agar Hindia Belanda tidak dilupakan dalam pertahanan Sekutu.
* 13 Januari - Jepang merebut Manado.
* 15 Januari - Jen. Wavell dari Britania mengambil alih komando atas ABDACOM, komando gabungan Sekutu pertama (Australia, Britania, Belanda, Amerika) di dalam perang.
* 16 Januari � Agen-agen Aceh kembali dari Malaya dengan janji-janji dukungan Jepang dalam melawan Belanda.
* 23 Januari - Jepang merebut Balikpapan meskipun terdapat serangan balasan dari Belanda dan A.S.
* 25 Januari - Jepang merebut Kendari di Sulawesi.
* 30 Januari - Jepang menyerang Ambon. Pasukan-pasukan KNIL dan Australia menghancurkan pasokan agar tidak jatuh ke tangan Jepang. Kota Ambon direbut dalam tempo 24 jam. Pertempuran berlanjut hingga 2 Februari. Sejumlah 90 persen pasukan pertahanan Australia menjadi korban, banyak di antaranya yang dibantai pada Februari setelah ditawan.
o Pasukan Britania mengevakuasi Malaya dan lari ke Singapura.
Februari
* 11 Januari - Tim perundingan Jepang yang baru dan lebih agresif di bawah Yoshizawa tiba di Batavia.
* Februari - Tekanan Jepang yang kian meningkat terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk "bergabung dengan Wilayah Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya" ditolak Van Mook.
* 14 Mei - Jepang mengirimkan sebuah ultimatum kepada pemerintah Hindia Belanda, menuntut agar pengaruh dan kehadiran Jepang dibiarkan di wilayah ini.
* 6 Juni - Perundingan antara Belanda dan Jepang gagal. Pemerintah Hindia Belanda menjawab bahwa tidak akan ada konsesi yang akan diberikan kepada Jepang, dan bahwa semua produk strategis (termasuk minyak dan karet) telah dikontrakkan untuk dikapalkan ke Britania dan Amerika Serikat.
* 11 Juli - Volksraad membentuk sebuah milisi Indonesia.
* 25 Juli - Jepang mengumumkan pembentukan sebuah "protektorat" atas Indochina.
* 26 Juli - Semua asset Jepang di Hindia Belanda dibekukan.
* 30 Juli - Pemerintah Belanda di pembuangan menjanjikan untuk mengadakan konferensi tentang Indonesia setelah perang.
* 30 November - Angkatan Laut Belanda di Hindia mulai dimobilisasi.
* 5 Desember - Pemerintah Hindia Belanda mengirim permintaan kepada Australia untuk mengirimkan pasukannya ke Ambon dan Timor. Pesawat-pesawat Angkatan Udara Australia dan personilnya tiba pada 7 Desember.
* 8 Desember - Jepang menyerang Malaya, mendarat di ujung selatan Thailand dan utara Malaya. Jepang mulai menyerang Filipina. Belanda, di antara bangsa-bangsa lainnya, perang terhadap Jepang.
* 10 Desember - Kapal-kapal perang Britania, Prince of Wales dan Repulse ditenggelamkan dalam perbedaan beberapa jam saja satu sama lain di lepas pantai Malaya.
* 16 Desember - Orang-orang Aceh yang anti Belanda mengadakan hubungan dengan pasukan-pasukan Jepang di Malaya.
* 17 Desember � Pasukan yang dipimpin oleh Australia mendarat di Timor Timur. Diktator Portugal Salazar memprotes.
* 17 Desember - Jepang melakukan serangan udara atas Ternate.
* Jepang mendarat di Sarawak.
* 22 Desember � Pasukan invasi utama Jepang mendarat di Filipina.
* Hatta menulis sebuah artikel surat kabar yang menyerukan agar bangsa Indonesia melawan Jepang.
* 24 Desember - Jepang menyerang pasukan-pasukan Britania di Kuching, Sarawak.
1942
Januari
* 2 Januari - Jepang merebut kota Manila.
* 3 Januari - Jepang merebut Sabah.
* 6 Januari - Jepang merebut Brunei.
* 6 Januari � Serangan udara Jepang pertama atas Ambon.
* 10 Januari - Jepang mulai menginvasi Indonesia di Kalimantan (Tarakan) dan Sulawesi (Manado).
* 11 Januari - Jepang merebut Tarakan.
* 12 Januari - Van Mook melakukan perjalanan darurat ke Amerika Serikat, meminta tambahan pasukan, dan agar Hindia Belanda tidak dilupakan dalam pertahanan Sekutu.
* 13 Januari - Jepang merebut Manado.
* 15 Januari - Jen. Wavell dari Britania mengambil alih komando atas ABDACOM, komando gabungan Sekutu pertama (Australia, Britania, Belanda, Amerika) di dalam perang.
* 16 Januari � Agen-agen Aceh kembali dari Malaya dengan janji-janji dukungan Jepang dalam melawan Belanda.
* 23 Januari - Jepang merebut Balikpapan meskipun terdapat serangan balasan dari Belanda dan A.S.
* 25 Januari - Jepang merebut Kendari di Sulawesi.
* 30 Januari - Jepang menyerang Ambon. Pasukan-pasukan KNIL dan Australia menghancurkan pasokan agar tidak jatuh ke tangan Jepang. Kota Ambon direbut dalam tempo 24 jam. Pertempuran berlanjut hingga 2 Februari. Sejumlah 90 persen pasukan pertahanan Australia menjadi korban, banyak di antaranya yang dibantai pada Februari setelah ditawan.
o Pasukan Britania mengevakuasi Malaya dan lari ke Singapura.
Februari
* 1 Februari - Jepang
merebut Pontianak.
* 3 Februari - Jepang mengebom Surabaya, memulai serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Jawa.
* 4 Februari � Pertempuran Selat Makassar (pertempuran laut antara Kalimantan dan Sulawesi): Angkatan Udara dan Laut Jepang memaksa Sekutu untuk mundur hingga ke Cilacap. Jepang maju hingga ke Sulawesi.
* 6 Februari - Jepang mulai mengebom Palembang.
* 8 Februari - Jepang mulai melakukan serangan utama atas Singapura.
* 9 Februari - Jepang mengebom Batavia, Surabaya dan Malang.
* 10 Februari - Jepang merebut Makassar.
* 13 Februari - Jepang mendaratkan pasukan parasut di Palembang, merebut kota dan industri minyaknya yang berharga.
* 15 Februari - Singapura jatuh; 130.000 pasukan di bawah komando Britania ditawan sebagai tawanan perang.
* 18 Februari - Van Mook, di Australia, memohon agar pasukan Sekutu melakukan serangan. Bali diduduki Jepang.
* 19 Februari � Pertempuran Selat Badung (pertempuran laut antara Bali dan Lombok): sebuah satuan kecil pasukan Jepang memukul mundur pasukan Belanda dan Australia. Jepang mendarat di Bali. Serangan udara pertama Jepang atas Darwin, Australia.
* 20 Februari - Jepang mendarat di Timor dan tanggal 24 Februari tentara Jepang telah menguasai Timor.
* 23 Februari � Revolusi melawan Belanda dimulai di Aceh dan Sumatra Utara, dengan dukungan Jepang.
o Belanda memindahkan Soekarno ke Padang; Soekarno lolos dalam kekacauan sementara Belanda melakukan evakuasi.
o Belanda mengevakuasi Sjahrir dan Hatta dari Banda lewat udara beberapa menit sebelum Jepang mulai mengebom pulau itu.
o Jepang mengklaim Timor; pasukan-pasukan Australia terus melakukan perang gerilya.
* 27 Februari
Pertempuran Laut Jawa: Dalam pertempuran di Laut Jawa dekat Surabaya yang berlangsung selama tujuh jam, Angkatan Laut Sekutu dihancurkan, kapal-kapal perusak Amerika lolos ke Australia. Sekutu kehilangan lima kapal perangnya, sedangkan Jepang hanya menderita kerusakan pada satu kapal perusaknya (Destroyer). Rear Admiral Karel Willem Frederik Marie Doorman, Komandan Angkatan Laut India-Belanda, yang baru dua hari sebelumnya, tanggal 25 Februari 1942 ditunjuk menjadi Tactical Commander armada tentara Sekutu ABDACOM, tenggelam bersama kapal perang utamanya (Flagship) De Ruyter.
* 28 Februari
* 3 Februari - Jepang mengebom Surabaya, memulai serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Jawa.
* 4 Februari � Pertempuran Selat Makassar (pertempuran laut antara Kalimantan dan Sulawesi): Angkatan Udara dan Laut Jepang memaksa Sekutu untuk mundur hingga ke Cilacap. Jepang maju hingga ke Sulawesi.
* 6 Februari - Jepang mulai mengebom Palembang.
* 8 Februari - Jepang mulai melakukan serangan utama atas Singapura.
* 9 Februari - Jepang mengebom Batavia, Surabaya dan Malang.
* 10 Februari - Jepang merebut Makassar.
* 13 Februari - Jepang mendaratkan pasukan parasut di Palembang, merebut kota dan industri minyaknya yang berharga.
* 15 Februari - Singapura jatuh; 130.000 pasukan di bawah komando Britania ditawan sebagai tawanan perang.
* 18 Februari - Van Mook, di Australia, memohon agar pasukan Sekutu melakukan serangan. Bali diduduki Jepang.
* 19 Februari � Pertempuran Selat Badung (pertempuran laut antara Bali dan Lombok): sebuah satuan kecil pasukan Jepang memukul mundur pasukan Belanda dan Australia. Jepang mendarat di Bali. Serangan udara pertama Jepang atas Darwin, Australia.
* 20 Februari - Jepang mendarat di Timor dan tanggal 24 Februari tentara Jepang telah menguasai Timor.
* 23 Februari � Revolusi melawan Belanda dimulai di Aceh dan Sumatra Utara, dengan dukungan Jepang.
o Belanda memindahkan Soekarno ke Padang; Soekarno lolos dalam kekacauan sementara Belanda melakukan evakuasi.
o Belanda mengevakuasi Sjahrir dan Hatta dari Banda lewat udara beberapa menit sebelum Jepang mulai mengebom pulau itu.
o Jepang mengklaim Timor; pasukan-pasukan Australia terus melakukan perang gerilya.
* 27 Februari
Pertempuran Laut Jawa: Dalam pertempuran di Laut Jawa dekat Surabaya yang berlangsung selama tujuh jam, Angkatan Laut Sekutu dihancurkan, kapal-kapal perusak Amerika lolos ke Australia. Sekutu kehilangan lima kapal perangnya, sedangkan Jepang hanya menderita kerusakan pada satu kapal perusaknya (Destroyer). Rear Admiral Karel Willem Frederik Marie Doorman, Komandan Angkatan Laut India-Belanda, yang baru dua hari sebelumnya, tanggal 25 Februari 1942 ditunjuk menjadi Tactical Commander armada tentara Sekutu ABDACOM, tenggelam bersama kapal perang utamanya (Flagship) De Ruyter.
* 28 Februari
Tanggal 28 Februari
1942, Tentara Angkatan Darat ke-16 di bawah pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi
Imamura mendarat di tiga tempat di Jawa. Pertama adalah pasukan Divisi ke-2
mendarat di Merak,Banten, kedua adalah Resimen ke-230 di Eretan Wetan, dekat
Indramayu dan yang ketiga adalah Divisi ke-48 beserta Resimen ke-56 di Kragan.
Ketiganya segera menggempur pertahanan tentara Belanda. Setelah merebut
Pangkalan Udara Kalijati (sekarang Lanud Suryadarma), Letnan Jenderal Imamura
membuat markasnya di sana. Imamura memberikan ultimatum kepada Belanda, bahwa
apabila tidak menyerah, maka tentara Jepang akan menghancurkan tentara Belanda.
Maret
Maret
Pada Maret 1942,
pasukan-pasukan Sekutu di Jawa diberitahukan oleh mata-mata bahwa suatu
kekuatan Jepang sejumlah 250.000 sedang mendekati Bandung, sementara
kenyataannya kekuatannya hanya sepersepuluh jumlah itu. Informasi yang keliru
itu mungkin merupakan bagian dari alasan mengapa Sekutu menyerah di Jawa.
Belanda sesungguhnya
memindahkan kaum Komunis yang ditahan di kamp-kamp penjara di Hindia Belanda,
sebagian dari mereka sejak 1926, ke penjara-penjara di Australia ketika Jepang
tiba.
* 1 Maret - Pertempuran Selat Sunda: Pasukan invasi Jepang mendarat di Banten.
o Pasukan invasi Jepang mendarat di sebelah barat Surabaya.
o Serangan udara Jepang atas Medan.
* 5 Maret - Serangan udara Jepang di Cilacap. Jepang masuk ke Batavia.
* 7 Maret - Jepang merebut Cilacap.
* 7 Maret - Rangoon jatuh ke tangan Jepang.
* 8 Maret - Jepang merebut Surabaya.
* 9 Maret
Pada 9 Maret 1942, Gubernur Jenderal Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Letnan Jenderal Hein ter Poorten, Panglima Tertinggi Tentara India-Belanda datang ke Kalijati dan dimulai perundingan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan pihak Tentara Jepang yang dipimpin langsung oleh Letnan Jenderal Imamura. Imamura menyatakan, bahwa Belanda harus menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Letnan Jenderal ter Poorten, mewakili Gubernur Jenderal menanda-tangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Dengan demikian secara de facto dan de jure, seluruh wilayah bekas Hindia-Belanda sejak itu berada di bawah kekuasaan dan administrasi Jepang. Hari itu juga, tanggal 9 Maret Jenderal Hein ter Poorten memerintahkan kepada seluruh tentara India Belanda untuk juga menyerahkan diri kepada balatentara Kekaisaran Jepang.
* 1 Maret - Pertempuran Selat Sunda: Pasukan invasi Jepang mendarat di Banten.
o Pasukan invasi Jepang mendarat di sebelah barat Surabaya.
o Serangan udara Jepang atas Medan.
* 5 Maret - Serangan udara Jepang di Cilacap. Jepang masuk ke Batavia.
* 7 Maret - Jepang merebut Cilacap.
* 7 Maret - Rangoon jatuh ke tangan Jepang.
* 8 Maret - Jepang merebut Surabaya.
* 9 Maret
Pada 9 Maret 1942, Gubernur Jenderal Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Letnan Jenderal Hein ter Poorten, Panglima Tertinggi Tentara India-Belanda datang ke Kalijati dan dimulai perundingan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan pihak Tentara Jepang yang dipimpin langsung oleh Letnan Jenderal Imamura. Imamura menyatakan, bahwa Belanda harus menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Letnan Jenderal ter Poorten, mewakili Gubernur Jenderal menanda-tangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Dengan demikian secara de facto dan de jure, seluruh wilayah bekas Hindia-Belanda sejak itu berada di bawah kekuasaan dan administrasi Jepang. Hari itu juga, tanggal 9 Maret Jenderal Hein ter Poorten memerintahkan kepada seluruh tentara India Belanda untuk juga menyerahkan diri kepada balatentara Kekaisaran Jepang.
Para penguasa yang lain,
segera melarikan diri. Dr. Hubertus Johannes van Mook, Letnan Gubernur Jenderal
untuk Hindia Belanda bagian timur, Dr. Charles Olke van der Plas, Gubernur Jawa
Timur, melarikan diri ke Australia. Jenderal Ludolf Hendrik van Oyen, perwira
Angkatan Udara Kerajaan Belanda melarikan diri dan meninggalkan isterinya di
Bandung. Tentara KNIL yang berjumlah sekitar 20.000 di Jawa yang tidak sempat
melarikan diri ke Australia ditangkap dan dipenjarakan oleh tentara Jepang.
Sedangkan orang-orang Eropa lain dan juga warganegara Amerika Serikat,
diinternir. Banyak juga warga sipil tersebut yang dipulangkan kembali ke Eropa.
* 11 Maret - Perlawanan Aceh terlibat dalam pertempuran dengan Belanda yang sedang mengundurkan diri.
* 12 Maret - Jepang mendarat di Sabang. Operasi-operasi di Aceh selesai sekitar 15 Maret.
* 12 Maret - Jepang tiba di Medan.
* 18 Maret - Jepang merebut Padang.
* 28 Maret - Pasukan Belanda terakhir di Sumatra menyerah di Kutatjane, di selatan Aceh.
o Jepang melarang semua kegiatan politik dan semua organisasi yang ada. Volksraad dihapuskan. Bendera merah-putih dilarang.
o Angkatan Darat ke-16 Jepang menguasai Jawa; Angkatan Darat ke-25 di Sumatra (markas besar di Bukittinggi); Angkatan Laut menguasai Indonesia timur (markas besar di Makassar).
April
* 11 Maret - Perlawanan Aceh terlibat dalam pertempuran dengan Belanda yang sedang mengundurkan diri.
* 12 Maret - Jepang mendarat di Sabang. Operasi-operasi di Aceh selesai sekitar 15 Maret.
* 12 Maret - Jepang tiba di Medan.
* 18 Maret - Jepang merebut Padang.
* 28 Maret - Pasukan Belanda terakhir di Sumatra menyerah di Kutatjane, di selatan Aceh.
o Jepang melarang semua kegiatan politik dan semua organisasi yang ada. Volksraad dihapuskan. Bendera merah-putih dilarang.
o Angkatan Darat ke-16 Jepang menguasai Jawa; Angkatan Darat ke-25 di Sumatra (markas besar di Bukittinggi); Angkatan Laut menguasai Indonesia timur (markas besar di Makassar).
April
Pada April 1942, sekitar
200 tentara Sekutu yang telah melarikan diri ke bukit-bukit di Jawa Timur dan
terus berperang, ditangkap oleh Jepang di bawah perintah Imamura. Mereka
dikumpulkan dan dimasukkan ke kandang-kandang ternak dari bambu, dibawa dengan
kereta-kereta api terbuka ke Surabaya, lalu dibawa ke laut dan dilemparkan ke
ikan-ikan hiu, sementara masih berada di dalam kandang-kandang bambu itu. Imamura
dinyatakan bersalah atas kekejaman ini oleh sebuah peradilan militer Australia
setelah perang.
* 7 April � Tiga orang pegawai Radio Hindia Belanda dihukum mati karena memainkan lagu kebangsaan Belanda pada 18 Maret, setelah menyerahnya Belanda.
* 7 April - Jepang merebut Ternate.
o Jepang mencoba untuk membentuk gerakan Tiga A; memulai kampanye propaganda.
*o ABDACOM dibubarkan. Britania dan Amerika membagi tanggung jawab perang: Britania akan mencoba untuk merebut kembali Malaya dan Sumatra serta Burma. Sisanya di Pasifik dan Indonesia menjadi tanggung jawab AS (yang bekerja sama dengan Australia).
* 19 April - Jepang merebut Hollandia (kini Jayapura).
Mei
* 9 Mei - Jepang menduduki Lombok.
* 13 Mei - Jepang menduduki Sumbawa.
* 14 Mei - Jepang mendarat di Flores, pendudukan selesai pada 17 Mei.
* 16 Mei - Jepang menduduki Sumba.
Juni
* 17 Juni � Pemerintah Belanda di pengungsian di London membentuk dewan konsultatif untuk urusan-urusan Hindia Belanda.
Juli
* 7 April � Tiga orang pegawai Radio Hindia Belanda dihukum mati karena memainkan lagu kebangsaan Belanda pada 18 Maret, setelah menyerahnya Belanda.
* 7 April - Jepang merebut Ternate.
o Jepang mencoba untuk membentuk gerakan Tiga A; memulai kampanye propaganda.
*o ABDACOM dibubarkan. Britania dan Amerika membagi tanggung jawab perang: Britania akan mencoba untuk merebut kembali Malaya dan Sumatra serta Burma. Sisanya di Pasifik dan Indonesia menjadi tanggung jawab AS (yang bekerja sama dengan Australia).
* 19 April - Jepang merebut Hollandia (kini Jayapura).
Mei
* 9 Mei - Jepang menduduki Lombok.
* 13 Mei - Jepang menduduki Sumbawa.
* 14 Mei - Jepang mendarat di Flores, pendudukan selesai pada 17 Mei.
* 16 Mei - Jepang menduduki Sumba.
Juni
* 17 Juni � Pemerintah Belanda di pengungsian di London membentuk dewan konsultatif untuk urusan-urusan Hindia Belanda.
Juli
Pilihan satu-satunya
yang dimiliki Soekarno dan Hatta adalah pura-pura bekerja sama dengan Jepang.
Tujuan akhirnya, sudah tentu, bukanlah untuk mendukung Jepang, melainkan untuk
mendapatkan kemerdekaan untuk Indonesia. Belakangan, Belanda yang kembali akan
mencoba untuk menduuh Soekarno sebagai kolaborator Jepang guna mendapatkan
dukungan Britania dalam menghadapi republik Indonesia yang baru terbentuk..
Sjahrir memimpin gerakan
di bawah tanah dari rumah kakak perempuannya di Cipanas, dekat Bogor. Informasi
seringkali dan dengan diam-diam dibagikan Soekarno, yang mendapatkannya dari
lingkaran dalam Jepang, dan Sjahrir.
* Satuan sisa-sisa tentara KNIL dikirim ke Kai, Aru dan Kepualuan Tanimbar.
* Jepang mengumpulkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir di Jakarta.
* Soekarno, Hatta, Sjahrir bertemu secara rahasia: Soekarno untuk mengumpulkan massa untuk kemerdekaan, Hatta untuk menangani hubungan-hubungan diplomatik, Sjahrir untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawah tanah.
* Soekarno menerima tawaran Jepang untuk menjadi pemimpin pemerintah Indonesia, tetapi bertanggung jawab kepada militer Jepang.
* 30 Juli - Jepang menduduki Kep. Kai dan Aru, setelah sejumlah perlawanan di Kai.
* 31 Juli - Jepang merebut Kep. Tanimbar sejumlah perlawanan oleh KNIL dan detasemen-detasemen Australia di Saumlaki.
Agustus, September, Oktober
* Satuan sisa-sisa tentara KNIL dikirim ke Kai, Aru dan Kepualuan Tanimbar.
* Jepang mengumpulkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir di Jakarta.
* Soekarno, Hatta, Sjahrir bertemu secara rahasia: Soekarno untuk mengumpulkan massa untuk kemerdekaan, Hatta untuk menangani hubungan-hubungan diplomatik, Sjahrir untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawah tanah.
* Soekarno menerima tawaran Jepang untuk menjadi pemimpin pemerintah Indonesia, tetapi bertanggung jawab kepada militer Jepang.
* 30 Juli - Jepang menduduki Kep. Kai dan Aru, setelah sejumlah perlawanan di Kai.
* 31 Juli - Jepang merebut Kep. Tanimbar sejumlah perlawanan oleh KNIL dan detasemen-detasemen Australia di Saumlaki.
Agustus, September, Oktober
* 29 Agustus - Jepang
mulai memindahkan sejumlah pasukan dari Sumatra dan Jawa ke Kep. Solomon.
* September, orang-orang Muslim Indonesia menolak untuk memberi hormat kepada Kaisar Jepang di Tokyo. Peristiwa di Sukamanah, Singaparna Tasikmalaya-Jawa Barat bukti nyata penolakan tersebut. Haji Zaenal Mustafa mengangkat senjata kepada Jepang walaupun kemudian berhasil ditumpas dan beliau dihukum mati di Ancol. Sebagai penghormatan, nama Haji Zaenal Mustafa menjadi nama jalan terpenting di Tasikmalaya.
* Oktober, Kemajuan militer Jepang di Pasifik terhenti; para komandan Jepang disuruh mengembangkan sentimen-sentimen pro-Jepang di wilayah-wilayah pendudukan.
* 16 Oktober � Tentara ke-16 Jepang mengirimkan pasukan-pasukan pengawal ke Lombok, Sumba dan Timor.
* September, orang-orang Muslim Indonesia menolak untuk memberi hormat kepada Kaisar Jepang di Tokyo. Peristiwa di Sukamanah, Singaparna Tasikmalaya-Jawa Barat bukti nyata penolakan tersebut. Haji Zaenal Mustafa mengangkat senjata kepada Jepang walaupun kemudian berhasil ditumpas dan beliau dihukum mati di Ancol. Sebagai penghormatan, nama Haji Zaenal Mustafa menjadi nama jalan terpenting di Tasikmalaya.
* Oktober, Kemajuan militer Jepang di Pasifik terhenti; para komandan Jepang disuruh mengembangkan sentimen-sentimen pro-Jepang di wilayah-wilayah pendudukan.
* 16 Oktober � Tentara ke-16 Jepang mengirimkan pasukan-pasukan pengawal ke Lombok, Sumba dan Timor.
Pada mulanya, propaganda
Jepang kedengaran seperti perbaikan dibandingkan dengan pemerintahan Belanda.
Setelah itu, pasukan-pasukan Jepang mulai mencuri makanan dan menangkapi orang
untuk dijadikan pekerja paksa, sehngga pandangan bangsa Indonesia terhadap
mereka mulai berbalik.
Militer Jepang membuat tiga kesalahan besar terhadap bangsa Indonesia:
1. kerja paksa: banyak laki-laki Indonesia diambil dari tengah keluarga mereka dan dikirim hingga ke Burma untuk melakukan pekerjaan pembangunan dan banyak pekerjaan berat lainnya dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk. Ribuan orang mati atau hilang.
2. pengambilan paksa: tentara-tentara Jepang dengan paksa mengambil makanan, pakaian dan berbagai pasokan lainnya dari keluarga-keluarga Indonesia, tanpa memberikan ganti rugi. Hal ini menyebabkan kelaparan dan penderitaan semasa perang.
3. perbudakan paksa terhadap perempuan: banyak perempuan Indonesia yang dijadikan "wanita penghibur " bagi tentara-tentara Jepang.Selain itu, Jepang menahan banyak warga sipil Belanda di kamp-kamp tahanan dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk, dan memperlakukan tahanan perang militer di Indonesia dalam keadaan yang buruk pula.
Militer Jepang membuat tiga kesalahan besar terhadap bangsa Indonesia:
1. kerja paksa: banyak laki-laki Indonesia diambil dari tengah keluarga mereka dan dikirim hingga ke Burma untuk melakukan pekerjaan pembangunan dan banyak pekerjaan berat lainnya dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk. Ribuan orang mati atau hilang.
2. pengambilan paksa: tentara-tentara Jepang dengan paksa mengambil makanan, pakaian dan berbagai pasokan lainnya dari keluarga-keluarga Indonesia, tanpa memberikan ganti rugi. Hal ini menyebabkan kelaparan dan penderitaan semasa perang.
3. perbudakan paksa terhadap perempuan: banyak perempuan Indonesia yang dijadikan "wanita penghibur " bagi tentara-tentara Jepang.Selain itu, Jepang menahan banyak warga sipil Belanda di kamp-kamp tahanan dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk, dan memperlakukan tahanan perang militer di Indonesia dalam keadaan yang buruk pula.
Namun,
kejahatan-kejahatan perang di -- yang sangat serius -- pada kenyataannya tidak
seburuk dengan apa yang dilakukan di Tiongkok atau Korea pada masa yang sama.
Sejumlah komandan, seperti misalnya Jen. Imamura di Jawa, secara terbuka
dikritik di koran-koran Jepang karena terlalu "lunak". Bahkan ada
sejumlah perwira Jepang yang bersimpati dengan gagasan kemerdekaan Indonesia,
dan yang bahkan memberikan dukungan mereka kepada tokoh-tokoh dan organisasi
politik Indonesia, hingga kepada Soekarno sendiri.
November, Desember
November, Desember
* November, Pemberontakan di Aceh diredam
oleh Jepang.
* Jenderal Imamura digantikan oleh Jenderal Harada.
* 7 Desember - Ratu Wilhelmina dari kerajaan Belanda, di pengasingan berpidato menjanjikan perbaikan hubungan kembali dengan jajahan setelah perang selesai.
* 27 Desember - Jepang membuka kamp interniran pertama untuk perempuan Belanda di Ambarawa.
1943
* Januari, Jepang menangkap Amir Sjarifuddin untuk mematahkan gerakan perlawanannya. Sjarifuddin dijatuhi hukuman mati, tetapi Soekarno mengintervensi dan membelanya atas nama pribadi. Kasus Amir Sjarifuddin ini cukup unik. Ia seorang komunis namun menerima dana dari pemerintah Belanda untuk mendukung gerakan perlawanan terhadap Jepang.
* 9 Februari - Jepang mengirim tambahan pasukan ke Tanimbar, Kepulauan Kai dan Irian Barat.
* 10 Februari - Gerilyawan Autralia ditarik dari Timor Timur setelah setahun berperang di dalam hutan.
* 9 Maret - Jepang membentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat), sebuah sayap organisasi politik. Soekarno menjadi ketuanya, Hatta dan Ki Hadjar Dewantara salah satu anggotanya.
* Jepang membentuk sayap militer lokal, disebut Heiho untuk menjadi unit reguler Jepang. Tentara Heiho dari Indonesia adalah kombinasi antara sukarelawan dan milisi. Tentara Jepang membedakan perlakuan terhadap Heiho dan tentara Jepang.
* Juli, Jepang menangkap sekitar 1000 pejuang di Kalimantan Selatan
* 7 Juli - Perdana Menteri Jepang Tojo menjanjikan pemerintahan otonomi terbatas bagi Indonesia dalam pidatonya di Gambir.
* 13 Agustus - Amerika melancarkan serangan bom dari Australi terhadap Balikpapan.
* Jepang mulai mengambil alih perkebunan gula untuk menguasai produksi gula. Para manajer Eropa dikirim kamp interniran. Di sekitar waktu ini, banyak Gereja Kristen Protestan didirikan oleh orang Indonesia setelah pendeta dan misionaris Belanda dikirim ke kamp interniran Jepang.
* September, pemberontakan melawan Jepang berhasil ditumpas di Kalimantan Selatan dan Barat.
* 8 September - Perintah dari Markas Besar Militer Jepang di Saigon untuk membentuk "Giyugun" (angkatan bersenjata lokal) di sepanjang Asia Tenggara. Pada akhir peperangan, sekitar dua juta orang Indonesia telah direkrut untuk menjadi Giyugun atau menjadi Heiho. Jepang merasa perlu merekrut orang lokal untuk pertahanan, karena tentara Jepang terus ditarik untuk perang dengan Sekutu di Pasifik.
* 3 Oktober - Jepang membentuk Giyugun di Sumatra dan Jawa. Pasukan di Jawa disebut PETA (Pembela Tanah Air). Banyak tokoh yang tergabung dalam PETA, termasuk Soedirman dan Soeharto. Aktivis kemerdekaan menganggap pelatihan militer tidak begitu mendukung kekuatan Jepang dibanding persiapan untuk kemungkinan kemerdekaan. Pada pertengahan 1945, ada 120.000 pejuang tergabung dalam PETA. Kelompok ini yang kemudian akan membentuk inti Angkatan Bersenjata Indonesia.
* Oktober, payung organisasi MIAI berganti nama menjadi Masyumi (Majelis Syurah Muslimin Indonesia).
* Jepang mulai melancarkan kerja paksa terhadap penduduk desa (romusha), ribuan orang mati dan hilang. Jepang mulai menjarah beras.
* Brigade Angkatan Laut Belanda di pengasingan mulai pelatihan pada Camp Lejeune, North Carolina, dengan tujuan akhir merebut kembali Hindia Belanda.
* 3 November - Hatta berpidato menghimbau orang Indonesia untuk bergabung dengan PETA.
* 10 November - Soekarno, Hatta, dan Kyai Bagus Hadikusumo berangkat ke Tokyo untuk bertemu dengan Kaisar Jepang. Ini adalah pertama kali Soekarno bepergian ke luar negeri.
* Desember, Barisan Hizbullah dibentuk oleh Jepang, sebuah angkatan perang pemuda Muslim yang berhubungan dengan Masyumi.
1944
* Januari, Putera digantikan oleh Jawa Hokokai. Soekarno menjadi pemimpinnya.
* 19 April - Sekutu menjatuhkan bom di Sabang, Aceh.
* 22 April - Sekutu menguasai Hollandia (sekarang Jayapura).
* 9 Mei - Komandan Jepang memutuskan meninggalkan Irian Barat.
* 17 Mei - Serangan udara Sekutu di Surabaya.
* 21 Mei - Tentara Amerika mendarat di Biak.
* 4 Juni - Jepang melancarkan serangan balik ke Biak.
* Agustus, Barisan Pelopor yang dibentuk oleh sayap pemuda Jawa Hokokai (setelah kemerdekaan berganti nama menjadi Barisan Benteng).
* 11 Agustus - Serangan udara Sekutu di Palembang.
* 28 Agustus - Ambon luluh lantak akibat serangan udara Sekutu.
* 8 September - Jenderal Koiso menjanjikan Indonesia akan merdeka dalam waktu yang tidak lama lagi.
* 8 September - tentara Amerika berhasil mengusir Jepang dari Biak.
* 15 September - Sekutu mendarat di Morotai. Otoritas Jepang mulai mengorganisir dewan regional (dengan kekuasaan sebagai penasehat saja).
* Oktober, tentara Australia mulai melancarkan serangan bom ke Balikpapan. Jepang mengorganisir sebuah Dewan Penasehat Pusat, serupa dengan Volksraad, namun tanpa kekuasaan legislatif.
* November, Gubernur Militer Harada digantikan oleh Yamamoto. Pakubuwono XII menjadi Susuhunan Surakarta.
1945
Januari-April
* 14 Februari - tentara Peta di Blitar menyerang gudang senjata Jepang.
* 1 Maret - Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebuah komite untuk mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia, diumumkan pembentukannya oleh Jepang. Anggota-anggotanya antara lain Soekarno, Hatta, Wahid Hasyim, dll. Pemimpinnya adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat.
* April, Wakil Admiral Jepang Maeda, pimpinan intelijen Angkatan Laut di Indonesia, mendukung perjalanan pidato keliling Soekarno dan Hatta ke Makassar.
* 30 April - Tentara Australia dan Belanda mendarat di Tarakan.
Mei
* 2 Mei - Diselengarakan sidang pertama BPUPKI yang berlangsung sampai 1 Juni. Soepomo berpidato tentang integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan. Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Timor Portugis, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang. Yamin juga menyarankan bahwa Indonesia baru harus mengabaikan hukum internasional dan mendeklarasikan semua area samudra antara pulau-pulau sebagai perairan teritorial. Kontroversi terus berlanjut diantara peserta sidang BPUPKI mengenai aturan Islam dalam Indonesia yang baru.
* 3 Mei - Gerilyawan Aceh menyerang pos Jepang di Pandrah, berhasil membunuh seluruh tentara Jepang.
Juni
* Maeda mendukung perjalanan Soekarno dan Hatta ke Bali dan Banjarmasin untuk berpidato.
* 1 Juni - Soekarno menjelaskan tentang doktrin "Pancasila" di depan BPUPKI.
* 10 Juni - Tentara Australia mendarat di Brunei, tentara Belanda mendarat di Sumatra Utara.
* 22 Juni - Sebuah komisi khusus dipimpin Soekarno dibentuk untuk memecahkan perselisihan atas peran Islam dalam Republik yang baru, dan setuju dengan menghadiahkan bahasa kompromi, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta. Bahasa kompromi ini menyebutkan bahwa hanya yang beragama Islam yang diwajibkan untuk mengikuti Hukum Islam.
* 24 Juni - Tentara Sekutu mendarat di Halmahera.
Juli
* Militer Jepang mengadakan pertemuan di Singapura. Merencanakan pengalihan kekuasaan Indonesia kepada pimpinan pejuang kemerdekaan Indonesia.
* 1 Juli - Tentara Australia menguasai Balikpapan, pesawat Amerika menjatuhkan bom di Watampone.
* 8 Juli - Sekolah Islam Tinggi didirikan di Jakarta (ini menjadi cikal bakal IAIN)
* 10 Juli-17 Juli - Diselenggarakan sidang kedua BPUPKI untuk membicarakan rancangan undang-undang dasar untuk Indonesia. Hatta melakukan kritik terhadap pernyataan Yamin, dan menyarankan Irian Barat sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam Indonesia. Soekarno mendukung Yamin. Haji Agus Salim menyarankan agar rakyat yang berada di bawah bekas kekuasaan Inggris dan Portugis dapat memilih apakan akan bergabung dengan Indonesia atau tidak. Mayoritas anggota memilih bahwa Indonesia harus memasukkan Malaya, Sarawak, Sabah dan Timor Portugis, seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.
* 11 Juli - Amerika melancarkan serangan udara di Sabang.
* Jenderal Imamura digantikan oleh Jenderal Harada.
* 7 Desember - Ratu Wilhelmina dari kerajaan Belanda, di pengasingan berpidato menjanjikan perbaikan hubungan kembali dengan jajahan setelah perang selesai.
* 27 Desember - Jepang membuka kamp interniran pertama untuk perempuan Belanda di Ambarawa.
1943
* Januari, Jepang menangkap Amir Sjarifuddin untuk mematahkan gerakan perlawanannya. Sjarifuddin dijatuhi hukuman mati, tetapi Soekarno mengintervensi dan membelanya atas nama pribadi. Kasus Amir Sjarifuddin ini cukup unik. Ia seorang komunis namun menerima dana dari pemerintah Belanda untuk mendukung gerakan perlawanan terhadap Jepang.
* 9 Februari - Jepang mengirim tambahan pasukan ke Tanimbar, Kepulauan Kai dan Irian Barat.
* 10 Februari - Gerilyawan Autralia ditarik dari Timor Timur setelah setahun berperang di dalam hutan.
* 9 Maret - Jepang membentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat), sebuah sayap organisasi politik. Soekarno menjadi ketuanya, Hatta dan Ki Hadjar Dewantara salah satu anggotanya.
* Jepang membentuk sayap militer lokal, disebut Heiho untuk menjadi unit reguler Jepang. Tentara Heiho dari Indonesia adalah kombinasi antara sukarelawan dan milisi. Tentara Jepang membedakan perlakuan terhadap Heiho dan tentara Jepang.
* Juli, Jepang menangkap sekitar 1000 pejuang di Kalimantan Selatan
* 7 Juli - Perdana Menteri Jepang Tojo menjanjikan pemerintahan otonomi terbatas bagi Indonesia dalam pidatonya di Gambir.
* 13 Agustus - Amerika melancarkan serangan bom dari Australi terhadap Balikpapan.
* Jepang mulai mengambil alih perkebunan gula untuk menguasai produksi gula. Para manajer Eropa dikirim kamp interniran. Di sekitar waktu ini, banyak Gereja Kristen Protestan didirikan oleh orang Indonesia setelah pendeta dan misionaris Belanda dikirim ke kamp interniran Jepang.
* September, pemberontakan melawan Jepang berhasil ditumpas di Kalimantan Selatan dan Barat.
* 8 September - Perintah dari Markas Besar Militer Jepang di Saigon untuk membentuk "Giyugun" (angkatan bersenjata lokal) di sepanjang Asia Tenggara. Pada akhir peperangan, sekitar dua juta orang Indonesia telah direkrut untuk menjadi Giyugun atau menjadi Heiho. Jepang merasa perlu merekrut orang lokal untuk pertahanan, karena tentara Jepang terus ditarik untuk perang dengan Sekutu di Pasifik.
* 3 Oktober - Jepang membentuk Giyugun di Sumatra dan Jawa. Pasukan di Jawa disebut PETA (Pembela Tanah Air). Banyak tokoh yang tergabung dalam PETA, termasuk Soedirman dan Soeharto. Aktivis kemerdekaan menganggap pelatihan militer tidak begitu mendukung kekuatan Jepang dibanding persiapan untuk kemungkinan kemerdekaan. Pada pertengahan 1945, ada 120.000 pejuang tergabung dalam PETA. Kelompok ini yang kemudian akan membentuk inti Angkatan Bersenjata Indonesia.
* Oktober, payung organisasi MIAI berganti nama menjadi Masyumi (Majelis Syurah Muslimin Indonesia).
* Jepang mulai melancarkan kerja paksa terhadap penduduk desa (romusha), ribuan orang mati dan hilang. Jepang mulai menjarah beras.
* Brigade Angkatan Laut Belanda di pengasingan mulai pelatihan pada Camp Lejeune, North Carolina, dengan tujuan akhir merebut kembali Hindia Belanda.
* 3 November - Hatta berpidato menghimbau orang Indonesia untuk bergabung dengan PETA.
* 10 November - Soekarno, Hatta, dan Kyai Bagus Hadikusumo berangkat ke Tokyo untuk bertemu dengan Kaisar Jepang. Ini adalah pertama kali Soekarno bepergian ke luar negeri.
* Desember, Barisan Hizbullah dibentuk oleh Jepang, sebuah angkatan perang pemuda Muslim yang berhubungan dengan Masyumi.
1944
* Januari, Putera digantikan oleh Jawa Hokokai. Soekarno menjadi pemimpinnya.
* 19 April - Sekutu menjatuhkan bom di Sabang, Aceh.
* 22 April - Sekutu menguasai Hollandia (sekarang Jayapura).
* 9 Mei - Komandan Jepang memutuskan meninggalkan Irian Barat.
* 17 Mei - Serangan udara Sekutu di Surabaya.
* 21 Mei - Tentara Amerika mendarat di Biak.
* 4 Juni - Jepang melancarkan serangan balik ke Biak.
* Agustus, Barisan Pelopor yang dibentuk oleh sayap pemuda Jawa Hokokai (setelah kemerdekaan berganti nama menjadi Barisan Benteng).
* 11 Agustus - Serangan udara Sekutu di Palembang.
* 28 Agustus - Ambon luluh lantak akibat serangan udara Sekutu.
* 8 September - Jenderal Koiso menjanjikan Indonesia akan merdeka dalam waktu yang tidak lama lagi.
* 8 September - tentara Amerika berhasil mengusir Jepang dari Biak.
* 15 September - Sekutu mendarat di Morotai. Otoritas Jepang mulai mengorganisir dewan regional (dengan kekuasaan sebagai penasehat saja).
* Oktober, tentara Australia mulai melancarkan serangan bom ke Balikpapan. Jepang mengorganisir sebuah Dewan Penasehat Pusat, serupa dengan Volksraad, namun tanpa kekuasaan legislatif.
* November, Gubernur Militer Harada digantikan oleh Yamamoto. Pakubuwono XII menjadi Susuhunan Surakarta.
1945
Januari-April
* 14 Februari - tentara Peta di Blitar menyerang gudang senjata Jepang.
* 1 Maret - Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebuah komite untuk mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia, diumumkan pembentukannya oleh Jepang. Anggota-anggotanya antara lain Soekarno, Hatta, Wahid Hasyim, dll. Pemimpinnya adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat.
* April, Wakil Admiral Jepang Maeda, pimpinan intelijen Angkatan Laut di Indonesia, mendukung perjalanan pidato keliling Soekarno dan Hatta ke Makassar.
* 30 April - Tentara Australia dan Belanda mendarat di Tarakan.
Mei
* 2 Mei - Diselengarakan sidang pertama BPUPKI yang berlangsung sampai 1 Juni. Soepomo berpidato tentang integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan. Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Timor Portugis, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang. Yamin juga menyarankan bahwa Indonesia baru harus mengabaikan hukum internasional dan mendeklarasikan semua area samudra antara pulau-pulau sebagai perairan teritorial. Kontroversi terus berlanjut diantara peserta sidang BPUPKI mengenai aturan Islam dalam Indonesia yang baru.
* 3 Mei - Gerilyawan Aceh menyerang pos Jepang di Pandrah, berhasil membunuh seluruh tentara Jepang.
Juni
* Maeda mendukung perjalanan Soekarno dan Hatta ke Bali dan Banjarmasin untuk berpidato.
* 1 Juni - Soekarno menjelaskan tentang doktrin "Pancasila" di depan BPUPKI.
* 10 Juni - Tentara Australia mendarat di Brunei, tentara Belanda mendarat di Sumatra Utara.
* 22 Juni - Sebuah komisi khusus dipimpin Soekarno dibentuk untuk memecahkan perselisihan atas peran Islam dalam Republik yang baru, dan setuju dengan menghadiahkan bahasa kompromi, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta. Bahasa kompromi ini menyebutkan bahwa hanya yang beragama Islam yang diwajibkan untuk mengikuti Hukum Islam.
* 24 Juni - Tentara Sekutu mendarat di Halmahera.
Juli
* Militer Jepang mengadakan pertemuan di Singapura. Merencanakan pengalihan kekuasaan Indonesia kepada pimpinan pejuang kemerdekaan Indonesia.
* 1 Juli - Tentara Australia menguasai Balikpapan, pesawat Amerika menjatuhkan bom di Watampone.
* 8 Juli - Sekolah Islam Tinggi didirikan di Jakarta (ini menjadi cikal bakal IAIN)
* 10 Juli-17 Juli - Diselenggarakan sidang kedua BPUPKI untuk membicarakan rancangan undang-undang dasar untuk Indonesia. Hatta melakukan kritik terhadap pernyataan Yamin, dan menyarankan Irian Barat sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam Indonesia. Soekarno mendukung Yamin. Haji Agus Salim menyarankan agar rakyat yang berada di bawah bekas kekuasaan Inggris dan Portugis dapat memilih apakan akan bergabung dengan Indonesia atau tidak. Mayoritas anggota memilih bahwa Indonesia harus memasukkan Malaya, Sarawak, Sabah dan Timor Portugis, seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.
* 11 Juli - Amerika melancarkan serangan udara di Sabang.
6. Cita Cita Ekonomi Merdeka
Perekonomian global
sedang anjlok. Namun, pada saat bersamaan, perekonomian Indonesia justru
tumbuh. Memasuki tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi 6,5
persen. Lalu, juga pada tahun 2013 mendatang, PDB Indonesia diperkirakan
1 Triliun USD.Gara-gara angka-angka di atas, banyak orang terkesima dengan
performa ekonomi Indonesia. Banyak yang mengira, dengan pertumbuhan
ekonomi sepesat itu, bangsa Indonesia sudah sejahtera. Lembaga
rentenir Internasional, IMF (Dana Moneter Internasional), turut terkesima dan
memuja-muja pertumbuhan itu.
Namun, fakta lain juga
sangat mencengankan. Indeks Gini, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi,
meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Data Biro Pusat Statistik (BPS)
menyebutkan, tingkat kesenjangan ekonomi pada 2011 menjadi 0,41. Padahal, pada
tahun 2005, gini rasio Indonesia masih 0,33.
Data lain juga menunjukkan, kekayaan 40 orang terkaya Indonesia mencapai
Rp680 Triliun (71,3 miliar USD) atau setara dengan 10,33% PDB. Konon, nilai
kekayaan dari 40 ribu orang itu setara dengan kekayaan 60% penduduk atau 140
juta orang. Data lain menyebutkan, 50 persen kekayaan ekonomi Indonesia hanya
dikuasai oleh 50 orang.
Ringkas cerita, pertumbuhan ekonomi yang spektakuler itu tidak
mencerminkan kesejahteraan rakyat. Yang terjadi, sebagian besar
aset dan pendapat ekonomi hanya dinikmati segelintir orang. Sementara mayoritas
rakyat tidak punya aset dan akses terhadap sumber daya ekonomi. Akhirnya,
terjadilah fenomena: 1% warga negara makin makmur, sementara 99% warga negara
hidup pas-pasan.
Akhirnya, kita patut bertanya, apakah pembangunan ekonomi semacam itu yang
menjadi cita-cita kita berbangsa? Silahkan memeriksa cita-cita perekonomian
kita ketika para pendiri bangsa sedang merancang berdirinya negara Republik
Indonesia ini.
Bung Hatta pernah berkata, “dalam suatu Indonesia Merdeka yang dituju, yang
alamnya kaya dan tanahnya subur, semestinya tidak ada kemiskinan. Bagi Bung
Hatta, Indonesia Merdeka tak ada gunanya jika mayoritas rakyatnya tetap hidup
melarat. “Kemerdekaan nasional tidak ada artinya, apabila pemerintahannya hanya
duduk sebagai biduanda dari kapital asing,” kata Bung Hatta.
(Pidato Bung Hatta di New York, AS, tahun 1960).Karena itu, para pendiri
bangsa, termasuk Bung Karno dan Bung Hatta, kemudian merumuskan apa yang
disebut “Cita-Cita Perekonomian”. Ada dua garis besar cita-cita perekonomian
kita. Pertama, melikuidasi sisa-sisa ekonomi kolonial dan feodalistik. Kedua,
memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil dan makmur.
Artinya, dengan penjelasan di atas, berarti cita-cita perekonomian kita
tidak menghendaki ketimpangan. Para pendiri bangsa kita tidak menginginkan
penumpukan kemakmuran di tangan segelintir orang tetapi pemelaratan mayoritas
rakyat. Tegasnya, cita-cita perekonomian kita menghendaki kemakmuran seluruh
rakyat.Supaya cita-cita perekonomian itu tetap menjiwai proses penyelenggaran
negara, maka para pendiri bangsa sepakat memahatkannya dalam buku Konstitusi
Negara kita: Pasal 33 UUD 1945. Dengan demikian, Pasal 33 UUD 1945 merupakan
sendi utama bagi pelaksanaan politik perekonomian dan politik sosial Republik
Indonesia.
Dalam pasal 33 UUD 1945, ada empat kunci perekonomian untuk memastikan
kemakmuran bersama itu bisa tercapai. Pertama, adanya keharusan bagi peran
negara yang bersifat aktif dan efektif. Kedua, adanya keharusan penyusunan
rencana ekonomi (ekonomi terencana). Ketiga, adanya penegasan soal
prinsip demokrasi ekonomi, yakni pengakuan terhadap sistem ekonomi sebagai
usaha bersama (kolektivisme). Dan keempat, adanya penegasan bahwa muara
dari semua aktivitas ekonomi, termasuk pelibatan sektor swasta, haruslah pada
“sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.Sayang, sejak orde baru hingga sekarang
ini (dengan pengecualian di era Gus Dur), proses penyelenggaran negara sangat
jauh politik perekonomian ala pasal 33 UUD 1945. Pada masa
orde baru, sistem perekonomian kebanyakan didikte oleh kapital asing melalui
kelompok ekonom yang dijuluki “Mafia Barkeley”. Lalu, pada masa pasca reformasi
ini, sistem perekonomian kebanyakan didikte secara langsung oleh
lembaga-lembaga asing, seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO.
Akibatnya, cita-cita perekonomian sesuai amanat Proklamasi Kemerdekaan pun
kandas. Bukannya melikuidasi sisa-sisa ekonomi kolonial, tetapi malah mengekal-kannya,
yang ditandai oleh menguatnya dominasi kapital asing, politik upah murah,
ketergantungan pada impor, dan kecanduan mengekspor bahan mentah ke
negeri-negeri kapitalis maju.Ketimpangan ekonomi kian menganga. Kemiskinan dan
pengangguran terus melonjak naik. Mayoritas rakyat (75%) bekerja di sektor
informal, tanpa perlindungan hukum dan jaminan sosial. Sementara puluhan juta
lainnya menjadi “kuli” di negara-negara lain.
7. Ekonomi Indonesia Setiap Periode Pemerintah Orde
Lama – Orde Baru Reformasi
Indonesia sebagai negara yang baru merdeka dituntut untuk mampu menghidupi
negaranya sendiri dalam berbagai aspek kehidupan, terutama aspek ekonomi.
Perkembangan ekonomi Indonesia mengalami perkembangan mulai masa pemerintahan
Presiden Soekarno yang dikenal dengan zaman Orde Lama. Kemudian mengalami
perkembangan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang dikenal dengan zaman
Orde Baru. Hingga zaman reformasi yang mengalami perubahan besar-besaran dalam
aspek ekonomi. Periode kekuasaan di Indonesia yaitu Orde Lama, Orde Baru dan
reformasi memiliki ciri khas masing-masing yang pada akhirnya juga membawa
dampak yang berbeda-beda bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Orientasi
pembangunan yang dimaksud adalah orientasi pembangunan keluar, yakni pembangunan
dengan melakukan stabilisasi ekonomi negeri dengan memanfaatkan sumber luar
negeri dan pembangunan berorientasi ke dalam, yang merupakan usaha stablisasi
ekonomi dengan memperkuat usaha-usaha dalam negeri (Mas’oed, 1989:95).Orde Lama
dibawah pimpinan Soekarno bersikap anti batuan asing dan berorientasi ke dalam.
Soekarno menyatakan bahwa nilai kemerdekaan yang paling tinggi adalah berdiri
di atas kaki sendiri atau yang biasa disebut “berdikari” (Mas’oed, 1989:76).
Soekarno tidak menghendaki adanya bantuan luar negeri dalam membangun
perekonomian Indonesia. Pembangunan ekonomi Indonesia haruslah dilakukan oleh
Indonesia sendiri. Bahkan Soekarno melakukan kampanye Ganyang Malaysia yang
semakin memperkuat posisinya sebagai oposisi bantuan asing. Semangat nasionalisme
Soekarno menjadi pemicu sikapnya yang tidak menginginkan pihak asing ikut
campur dalam pembangungan ekonomi Indonesia. Padahal saat itu di awal
kemerdekaannya Indonesia membutuhkan pondasi yang kuat dalam pilar ekonomi.
Sikap Soekarno yang anti bantuan asing pada akhirnya membawa konsekuensi
tersendiri yaitu terjadinya kekacauan ekonomi di Indonesia. Soekarno cenderung
mengabaikan permasalahan mengenai ekonomi negara, pengeluaran besar-besaran
yang terjadi bukan ditujukan terhadap pembangunan, melainkan untuk kebutuhan
militer, proyek mercusuar, dan dana-dana politik lainnya. Soekarno juga
cenderung menutup Indonesia terhadap dunia luar terutama negara-negara barat.
Hal itu diperkeruh dengan terjadinya inflasi hingga 600% per tahun pada 1966
yang pada akhirnya mengakibatkan kekacauan ekonomi bagi Indonesia. Kepercayaan
masyarakat pada era Orde Lama kemudian menurun karena rakyat tidak mendapatkan
kesejahteraan dalam bidang ekonomi.
Kemudian fase baru dimulai dalam perkembangan Indonesia, yakni masa Orde
Baru di bawah pimpinan Soeharto. Di era Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto,
slogan “Politik sebagai Panglima” berubah menjadi “Ekonomi sebagai Panglima”.
Karena pada masa ini, pembangunan ekonomi merupakan keutamaan, buktinya,
kebijakan-kebijakan Soeharto berorientasi kepada pembangunan ekonomi.
Kepemimpinan era Soeharto juga berbanding terbalik dengan kepemimpinan era
Soekarno. Jika kebijakan Soekarno cenderung menutup diri dari negara-negara
barat, Soeharto malah berusaha menarik modal dari negara-negara barat itu.
Perekonomian pada masa Soeharto juga ditandai dengan adanya perbaikan di
berbagai sector dan pengiriman delegasi untuk mendapatkan pinjaman-pinjaman
dari negara-negara barat dan juga IMF. Jenis bantuan asing ini sangat berarti
dalam menstabilkan harga-harga melalui “injeksi” bahan impor ke pasar. Orde
Baru berpandangan bahwa Indonesia memerlukan dukungan baik dari pemerintah
negara kapitalis asing maupun dari masyarakat bisnis internasional pada
umumnya, yakni para banker dan perusahaan-perusahaan multinasional (Mochtar
1989,67). Orde Baru cenderung berorientasi keluar dalam membangun ekonomi.
Langkah Soeharto dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, tahap penyelamatan yang
bertujuan untuk mencegah agar kemerosotan ekonomi tidak menjadi lebih buruk
lagi. Kedua, stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi, yang mengendalikan inflasi
dan memperbaiki infrastruktur ekonmi. Ketiga, pembangunan ekonomi. Hubungan
Indonesia dengan negara lain dipererat melalui berbagai kerjasama, Indonesia
juga aktif dalam organisasi internasional, terutama PBB, dan penyelesaian
konflik dengan Malaysia. Awalnya bantuan asing sulit diperoleh karena mereka
telah dikecewakan oleh Soekarno, namun dnegan berbagai usaha dan pendekatan
yang dilakukan kucuran dana asing tersebut akhirnya diterima Indonesia. Ekonomi
Indonesia mulai bangkit bahkan akhirnya menjadi begitu kuat.
Sayangnya kekuatan ekonomi itu didapatkan dari bantuan asing yang suka atau
tidak harus dikembalikan. Suntikan bantuan dari Amerika Serikat maupun Jepang
cukup berperan besar dalam perbaikan ekonomi di Indonesia. Begitupun dengan IMF
yang dinilai sangat bermanfaat dalam memperjuangkan Indonesia di hadapan para
kreditor asing (Mas’oed, 1989:84). Namun, bantuan tersebut tidak serta merta
membuat Indonesia tumbuh dengan prestasi ekonomi, Indonesia ternyata semakin
terjerat keterpurukan perekonomian dalam negeri akibat syarat-syarat dan bunga
yang telah direncanakan negara penyuntik bantuan. Booth (1999) menjelaskan
kegagalan industri dalam negeri dipasar global serta terjun bebasnya nilai
rupiah juga menjadi warisan keterpurukan ekonomi pada Orde Baru yang
berorientasi pada pembangunan ekonomi keluar. Maka, kini hal tersebut menjadi
tantangan pemerintahan reformasi untuk menuntaskan permasalahan ekonomi dalam
negeri.
Reformasi ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto dan diangkatnya BJ
Habibie yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden menjadi Presiden
Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tidak mampunya Soeharto mengalami
permasalahan ekonomi serta semakin mewabahnya KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).
Trauma zaman Orde Baru yang mengekang hak-hak demokrasi warga negara serta
kediktatoran Soeharto menyebabkan terjadinya perubahan menyeluruh dalam tiap
aspek kehidupan. Naiknya nilai tukar dollar secara tak tertahankan pada zaman
Orde Baru, menyebabkan naiknya berbagai kebutuhan pokok Indonesia. Namun,
secara perlahan nilai tukar dollar terhadap rupiah ini semakin menurun hingga
saat ini.
Selanjutnya yang menjadi penting yakni orientasi ekonomi yang bagaimana, ke
luar atau ke dalam, yang kemudian dapat dianggap dan diharapkan efektif dan
sesuai dengan kondisi Indonesi saat ini. Orientasi ekonomi ke dalam pada zaman
kepemimpinan Soekarno yakni Orde Lama masih memiliki kekurangan. Begitu pula
dengan era Orde Baru dibawah kekuasaan Soeharto. Kekurangan-kekurangan tersebut
yang akhirnya memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan
ekonomi di Indonesia. Dalam masa kini perkembangan ekonomi tentu saja lebih
baik dari pada dua era tersebut. Sebenarnya Indonesia tidak perlu terlalu
berpacu pada orientasi ke luar atau ke dalam. Orientasi ekonomi di Indonesia
harus lebih fleksibel. Karena dengan hal tersebut maka ekonomi di Indonesia
tidak hanya berpusat di dalam negeri tanpa mau menerima bantuan asing, juga
tidak hanya berkonsentrasi pada bantuan asing tanpa memperhatikan kemampuan
yang dimiliki oleh Indonesia sendiri. Alangkah lebih baiknya jika orientasi ke
dalam maupun ke luar dapat seimbang, sehingga Indonesia yang tentu saja masih
memiliki kekurangan dapat menerima berbagai bantuan luar negeri secara wajar,
yang kemudian tidak lupa untuk memaksimalkan sumber-sumber yang ada di
Indonesia sendiri, baik itu SDA maupun SDM di Indonesia. Pemerintah juga harus
dengan bijaksana menentukan berbagai kebijakan mengenai bantuan maupun investor
asing yang akan membantu hingga menanamkan sahamnya di Indonesia. Sehingga
Indonesia tidak menjadi pihak yang dirugikan, serta berbagai bantuan yang
datang dari luar negeri maupun investor asing dapat dibatasi kewenangannya di
Indonesia dan mencegah investor asing untuk mendapatkan keuntungan dan
eksploitasi yang berlebihan terhadap Indonesia.
Sumber :